WhatsApp

Pengolahan Limbah Pabrik Tisu

Jan 23, 2026 24 mins read

Pengolahan limbah pabrik tisu sesuai Permen LHK No.16/2019, solusi industri ramah lingkungan dengan teknologi modern.

Pengolahan Limbah Pabrik Tisu – Permen LHK Nomor 16 Tahun 2019

Pengolahan limbah pabrik tisu sesuai Permen LHK No.16/2019, solusi industri ramah lingkungan dengan teknologi modern. Pengolahan limbah pabrik tisu merupakan salah satu aspek penting dalam industri pulp dan kertas. Limbah cair yang dihasilkan memiliki kandungan organik tinggi, padatan tersuspensi, serta zat kimia yang dapat mencemari lingkungan jika tidak diolah dengan baik. Oleh karena itu, regulasi pemerintah hadir untuk memastikan bahwa setiap pabrik menjalankan pengolahan limbah sesuai standar.

Permen LHK Nomor 16 Tahun 2019 menjadi pedoman utama dalam menetapkan baku mutu air limbah industri, termasuk pabrik tisu. Regulasi ini mengatur parameter kualitas air limbah yang harus dipenuhi sebelum dibuang ke lingkungan, sehingga keberlanjutan ekosistem tetap terjaga dan perusahaan dapat beroperasi dengan kepatuhan hukum.

Pengolahan Limbah Pabrik Tisu (4)-1.jpg

Karakteristik Limbah Pabrik Tisu

Limbah cair dari pabrik tisu umumnya mengandung bahan organik hasil proses produksi, zat kimia dari bleaching, serta partikel padatan. Kandungan ini dapat menurunkan kualitas air jika tidak ditangani dengan sistem pengolahan yang memadai.

Selain itu, volume limbah yang dihasilkan cukup besar karena proses produksi tisu membutuhkan banyak air. Hal ini menuntut sistem pengolahan yang mampu menangani beban limbah tinggi dengan tetap menjaga efisiensi energi dan biaya operasional.

Regulasi Permen LHK Nomor 16 Tahun 2019

Permen LHK Nomor 16 Tahun 2019 menetapkan standar baku mutu air limbah industri yang harus dipenuhi oleh pabrik tisu. Regulasi ini mencakup parameter seperti BOD, COD, TSS, pH, dan kandungan kimia tertentu yang wajib berada dalam batas aman.

Dengan adanya regulasi ini, perusahaan memiliki pedoman jelas dalam merancang dan mengoperasikan sistem pengolahan limbah. Kepatuhan terhadap regulasi juga menjadi syarat penting dalam memperoleh izin operasional dan menjaga hubungan baik dengan regulator.

Teknologi Pengolahan Biologis

Pengolahan biologis memanfaatkan mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik dalam limbah cair. Proses ini efektif dalam menurunkan kadar BOD dan COD sehingga kualitas air limbah meningkat.

Metode biologis seperti activated sludge, lagoon, atau biofilter banyak digunakan karena ramah lingkungan dan efisien. Penerapan teknologi ini membantu pabrik tisu memenuhi standar baku mutu yang ditetapkan dalam Permen LHK Nomor 16 Tahun 2019.

Teknologi Pengolahan Kimia

Pengolahan kimia digunakan untuk mengatasi kandungan zat berbahaya dalam limbah cair. Proses koagulasi, flokulasi, dan netralisasi membantu mengendapkan partikel serta menyeimbangkan pH.

Metode ini memberikan hasil cepat dalam menurunkan kadar polutan tertentu. Kombinasi antara metode biologis dan kimia sering diterapkan untuk mencapai hasil pengolahan yang optimal.

Teknologi Pengolahan Fisika

Metode fisika seperti sedimentasi, filtrasi, dan flotasi digunakan untuk memisahkan padatan tersuspensi dari limbah cair. Proses ini penting untuk mengurangi beban polutan sebelum limbah masuk ke tahap pengolahan berikutnya.

Dengan teknologi fisika, pabrik tisu dapat menurunkan kadar TSS secara signifikan. Hal ini mendukung pencapaian standar baku mutu yang ditetapkan dalam regulasi.

Sistem Monitoring Kualitas Air

Monitoring kualitas air limbah menjadi bagian penting dalam pengelolaan IPAL pabrik tisu. Analisis berkala terhadap parameter BOD, COD, TSS, dan pH dilakukan untuk memastikan sistem pengolahan bekerja sesuai standar.

Dengan sistem monitoring yang baik, perusahaan dapat segera melakukan tindakan korektif jika terjadi penyimpangan. Hal ini membantu menjaga kepatuhan terhadap Permen LHK Nomor 16 Tahun 2019.

Pengolahan Limbah Pabrik Tisu (2).jpg

 Info Konsultasi Project Pengolahan Air 0877-7795-07810 

Dampak Lingkungan

Pengolahan limbah yang tidak sesuai standar dapat menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan, seperti pencemaran sungai, kerusakan ekosistem, dan gangguan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, penerapan sistem pengolahan yang efektif menjadi tanggung jawab sosial perusahaan.

Sebaliknya, pengolahan limbah yang baik dapat memberikan manfaat positif, seperti menjaga kualitas air, mendukung keberlanjutan ekosistem, dan meningkatkan citra perusahaan di mata publik.

Efisiensi Energi dalam Pengolahan

Efisiensi energi menjadi faktor penting dalam pengoperasian sistem pengolahan limbah. Pabrik tisu perlu menerapkan teknologi hemat energi untuk menekan biaya operasional tanpa mengurangi kualitas pengolahan.

Penggunaan peralatan modern dan sistem otomatisasi dapat membantu meningkatkan efisiensi energi. Hal ini mendukung keberlanjutan operasional sekaligus menjaga kepatuhan terhadap regulasi.

Inovasi Teknologi

Inovasi teknologi dalam pengolahan limbah terus berkembang, seperti penggunaan membran, bioreaktor canggih, dan sensor digital untuk monitoring. Pabrik tisu dapat memanfaatkan inovasi ini untuk meningkatkan efektivitas pengolahan.

Dengan inovasi, perusahaan dapat lebih mudah memenuhi standar baku mutu yang ketat. Selain itu, inovasi juga membuka peluang untuk pemanfaatan limbah menjadi sumber daya baru.

Pemanfaatan Limbah

Limbah hasil pengolahan dapat dimanfaatkan kembali, misalnya sebagai bahan baku energi atau pupuk organik. Pemanfaatan ini mendukung konsep circular economy yang semakin banyak diterapkan di industri.

Dengan pemanfaatan limbah, pabrik tisu tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga memperoleh nilai tambah dari hasil pengolahan. Hal ini sejalan dengan prinsip keberlanjutan.

Tantangan Implementasi

Implementasi sistem pengolahan limbah sesuai Permen LHK Nomor 16 Tahun 2019 menghadapi berbagai tantangan, seperti biaya investasi tinggi, keterbatasan teknologi, dan kebutuhan tenaga ahli. Tantangan ini harus diatasi dengan strategi yang tepat.

Perusahaan perlu bekerja sama dengan pihak ketiga atau konsultan lingkungan untuk memastikan sistem pengolahan berjalan efektif. Dukungan pemerintah juga penting dalam mengatasi kendala implementasi.

Peran Pemerintah dan Regulator

Pemerintah dan regulator memiliki peran penting dalam memastikan kepatuhan industri terhadap regulasi. Pengawasan, inspeksi, dan pemberian sanksi menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan.

Selain itu, pemerintah juga dapat memberikan insentif bagi perusahaan yang berhasil mengimplementasikan sistem pengolahan limbah dengan baik. Hal ini mendorong lebih banyak industri untuk berkomitmen terhadap keberlanjutan.

Pengolahan Limbah Pabrik Tisu (3).jpg

Kesimpulan

Pengolahan limbah pabrik tisu sesuai Permen LHK Nomor 16 Tahun 2019 merupakan langkah penting dalam menjaga kualitas lingkungan dan keberlanjutan industri. Dengan penerapan teknologi biologis, kimia, dan fisika, serta sistem monitoring yang baik, perusahaan dapat memenuhi standar baku mutu yang ditetapkan.

Komitmen terhadap pengolahan limbah tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga meningkatkan reputasi perusahaan. Hefram.id hadir sebagai mitra strategis dalam mendukung implementasi pengolahan limbah yang efektif dan berkelanjutan.

 

Info Konsultasi Project Pengolahan Air 0877-7795-07810 

Banner HomeBrand Aquar
Image NewsLetter
Newsletter

Dapatkan Informasi Terbaru

Dengan melanjutkan, Anda menyetujui seluruh Syarat dan Ketentuan.

Your experience on this site will be improved by allowing cookies Cookie Policy